At-Thibbun Nabawi
Prinsip Prinsip Pengobatan Islam
Islam adalah agama yang kamil(sempurna) dan syamil menyeluruh. Islam mengatur segala sendi kehidupan manusia termasuk dalam dunia pengobatan dan perawatan. Ada beberapa prinsip penting yang harus dipenuhi dalam pengobatan Islam antara lain sebagai berikut:
1. Pelaksanaannya sesuai dengan syariat Islam
Islam mengajarkan penggunaan bahan-bahan halal sebagai obat sebaliknya melarang penggunaan
obat-obatan yang berasal dari bahan yang haram
Sabda Rasulullah SAW:
“sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan dia menjadikan tiap-tiap penyakit itu ada
obatnya. Maka berobatlah, akan tetapi janganlah kamu berobat dengan benda yang haram”(HR.Abu
Daud). Selain itu pengobatan yang dilakukan harus terhindar dari unsur-unsur khufarat, takhayul dan
bid’ah.
2. Meletakkan keyakinan bahwa Allah sebagai penyembuh penyakit.
Sabda Rasulullah SAW:
“Allah lah yang menurunkan penyakit dan obatnya (HR.Abu Daud)
3. Mengambil sebab melalui ikhtiar serta bertawakal
4. Mengkaji untuk mendapat yang lebih terbaik
5. Kualitas (kemampuan) perawat
Sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa mengobati dan ia tidak pernah diketahui sebelum ini sebagai orang yang mengetahui
ilmu pengobatan, maka ia akan dimintai pertanggung jawaban” (HR.Abu Daud, Nasa’I, Ibnu Majah)
Pendekatan Pengobatan Rasulullah
Rasulullah Saw merupakan tauladan seorang perawat yang terbaik bagi kita. Beliau mengobati penyakit dengan 3 pendekatan:
1. Dengan menggunakan obat herbal(unsur fisikal)
2. Dengan menggunakan obat ketuhanan
3. Dengan menggunakan keduanya
Sesungguhnya Allah SWT telah membekali setiap tubuh manusua dengan satu kekuatan alami yang bias digunakan untuk menolak serta menyembuhkan secara pribadi setiap penyakit yang menyerang dirinya. Kekuatan tersebut dalam dunia kedokteran dikenal dengan system imuniti.
Kekuatan tersebut bergantung pada 4 faktor utama yaitu spiritual(kalbu), mental(akal), emosi(nafsu), dan fisikal(jasmani). Keempat factor tersebut saling bergantung satu sama lain
Berikut ini % kekuatan fitrah didalam tubuh manusia:
· Spiritual : 50%
· Mental : 20%
· Emosi : 20%
· Fisikal : 10%
Tidak sempurna suatu perawatan hanya menjadikan fisikal sebagai tumpuan perawatan sedangkan perawatan rohani tidak diberi tumpuan.
Perhatian sungguh-sungguh juga perlu ditekankan untuk memulihkan juwa pasien(spiritual, mental, dan emosi). Lebih dari 80% pasien mengalami penyakit yang bersumber dari kejiwaan. Penyakit yang asalnya dari masalah hati seperti lekas marah, dendam, bimbang, takut, ragu, cemburu, ego, dan mementingkan diri sendiri serta sifat tercela yang lain.
Pasien harus dibimbing untuk mengenal allah dengan sebenar-benarnya . Ma’rifat kepada Allah akan menghasilkan obat yang mujarab dan terbukalah seluas-luasnya pintu pengharapan pada diri pasien. Usaha mengobati fisik menjadi lebih mudah dan kesembuhan akan berlangsung luar biasa cepatnya. Tanda-tanda yang bisa dilihat pada diri pasien seperti adanya rasa sabar, syukur, tidak putus asa dan semangat yang tinggi untuk sembuh.
Azas-azas perawatan ilahiah
Pelaksanaan pengobatan akan dapat berhasil secara maksimal jika antara perawat dan pasien masing masing memiliki kekuatan ilahiah. Kekuatan ilahiah ini dapat diwujudkan dengan menggabungkan 2 jiwa yang bertaqwa. Karena itu perawatan ilahiah memiliki 3 azas sebagai berikut:
1. Banyak memohon kepada Allah SWT
2. Ingat Allah setiap waktu
Rasulullah bersabda:
“Ingatlah allah sewaktu kamu berada dalam kesenangan, niscaya allah akan mengingat kamu sewaktu
kamu berada dalam kesusahan”.
3. Do’a khusus
Incoming search terms:
- thibbun nabawi
- at thibbun nabawi
- At-Thibbun Nabawi
- prinsip pengobatan dalam islam
- pengobatan dalam islam
- perawatan penyembuhan spiritual islam
- prinsip pengobatan tibbun nabawi
- pengobatan nabawi(thibbun-nabawi)
- at tibun nabawi
- prinsip thibbun nabawi
No related posts.
Tagged with: prinsip pengobatan dalam islam • thibbun nabawi
Filed under: Thibbun Nabawi
Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!