kaidah detoks terbaik adalah puasaPuasa Ramadhan bukan cuma menahan lapar dan haus. Puasa juga berbeda dengan diet. Puasa mempunyai dimensi kejiwaan, sedangkan diet hanya untuk fisik semata. Dalam aturan diet hanya dibatasi lewat jumlah makan dan minum, serta mengatur frekuensi mengkonsumsinya sedangkan puasa lebih dari itu. Dalam berbagai penelitian tentang puasa disepakati bahwa puasa adalah aktifitas yang melibatkan fisik, jiwa dan spriritual atau dalam artian lain puasa adalah aktifitas lahir dan batin.

Seseorang yang berpuasa harus dilandasi dengan niat yang bersifat spiritual, menahan diri untuk tidak melakukan makan dan minum serta memperbanyak komunikasi dengan Tuhan. Lalu apa tujuan puasa sebenarnya?.Aktivitas puasa pada awalnya hanya dikenalkan sebagai aktivitas keagamaan, namun demikian, karena puasa sekarang diterapkan sebagai metode penyembuhan secara medis terutama dalam thibbun nabawi.
Jika dibandingkan, diet dan puasa ternyata memberikan dampak yang berbeda. Diet hanya berdampak pada fisik, terutama pada penurunan badan. Atau penurunan zat-zat tertentu dalam tubuh kita misalnya kadar kolesterol,kadar gula darah,asam urat, dan lain sebagainya. Sedangkan puasa, berdampak lebih jauh dari pada itu. Terlibatnya dimensi kejiwaan dalam puasa memberi efek lebih dalam.

Jiwa memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap fisik, bahkan pengaruh jiwa lebih dominan dibandingkan fisik. Dalam tinjauan medis, emosi mempunyai pengaruh besar terhadap keluarnya zat-zat tertentu yang bisa mempengaruhi kesehatan. Dalam hal pencernaan misalnya, sistem pencernaan kita sangat peka terhadap perubahan emosi. Secara umum pencernaan dipengaruhi oleh 3 faktor gaya hidup yaitu tidur atau istirahat, kegiatan fisik, serta keadaan emosional.

Tidur dan istirahat memberikan kesempatan kepada mekanisme alamiah di dalam sistem pencernaan kita untuk mengembalikan keseimbangan. Termasuk pemeliharaan, perbaikan dan pengeluaran sisa-sisa pencernaan yang dapat mengganggu saluran cerna. Rasulullah mengajarkan kepada kita cara tidur yang menyehatkan dalam thibbun nabawi. Kegiatan fisik diperlukan untuk mengencangkan otot otot agar tidak kendor dan bisa berfungsi secara baik dalam proses mencerna. Banyak otot yang terlibat di dalam proses pencernaan, diantaranya otot-otot di sekitar lambung dan di daerah anus.

Sedangkan emosi sangat berpengaruh pada kegiatan hormon dan urat saraf. Proses pencernaan di dalam tubuh sangat kompleks dengan melibatkan mekanisme hormon dan sensor-sensor saraf. Kekacauan emosi atau stress bisa menyebabkan gangguan pada pengeluaran hormon dan enzim, yang kemudian mempengaruhi proses pencernaan dan penyerapan.

Orang yang stress, bisa menyebabkan keluarnya asam lambung secara berlebihan. Maka orang yang sering stress, biasanya terserang oleh penyakit maag dalam berbagai skalanya. Ada yang ringan dan ada yang sampai terluka lambungnya.Ada yang hanya kambuh bila sedang stress saja, tetapi ada yang sudah terlanjur permanen.

Selain itu rasa marah, takut dan khawatir berlebihan akan mengaktifkan kelenjar tertentu di dalam tubuh, misalkan medula kelenjar adrenal. Kelenjar ini mengeluarkan zat adrenalin atau epinefrin yang berfungsi antara lain untuk meningkatkan kadar gula darah. Juga bisa memacu kerja jantung sehingga berdetak tidak beraturan, yang jika terjadi berulang-ulang dalam skala yang meninggi maka ini bisa berbahaya untuk kesehatan.

Dengan contoh-contoh diatas, kita memperoleh gambaran betapa jiwa sangat berpengaruh pada fisik. Jika jiwa tidak stabil, maka ia akan mengganggu keseimbangan sistem kesehatan di dalam tubuh kita. Sebaliknya bila stabil,tenang, dan tentram maka akan menjadikan sistem tubuh kita dalam keseimbangan dan pada akhirnya tubuh kita menjadi sehat.

Incoming search terms:

Related posts:

  1. Manfaat Gamat Bagi Kesehatan

Tagged with:

Filed under: Thibbun Nabawi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!